"Sekiranya ada sanak saudara kerabat sahabat yang melakukan 'kebaikan' terhadap kita....Ukirlah dibatu bak prasasti !!! namun jika ada kejelekan yang menghampiri tulislah dipasir pantai biar tesapu ombak.......Mutiara akan tetap mutiara disimpan dimanapun..... sampah tetep bernama sampah meski bertabur parfum sekalipun... jadilah mutiara kawan !!!"

11 Januari 2011

BAJU ORANGE

oleh Dadang Ronda

Suatu hari sepulang dari salah satu tugas di luar Kota, aku mampir di sebuah toko, untuk memenuhi pesanan anaku yang bontot. Setelah apa yangku butuhkan berhasil di dapatkan dan membayarnya di kasir aku keluar menuju kendaraan yang berada diseberang toko. Maklum Kota Bandung kan bukan Kota Kembang 10 tahun yang lalu, hiruk pikuk-lalu lalang kendaraan begitu padatnya, sehingga untuk menyeberang jalan pun butuh waktu dan ekstra hati-hati. Cukup lama memang aku berdii dipinggir jalan sambil menenteng buah tangan, sungguh para pengendara di jalan protokol kotaku ini tidak memberikan kesempatan untuk ku meyeberang....

Pendek cerita aku berhasil meliuk-liuk diantara lajunya kendaraan sambil mengangat salah satu tangan sebagai tanda agar kendaraan berhenti atau memelankan kendaraanya untuk memeberi kesempatan kepada orang yang melintas. akhirnya berhasil......, tiba-tiba seseorang berteriak," Heiii...kamu kemana saja, gua dari tadi nunggu kamu terburu-buru nich...." aku pikir seseorang itu sedang menyapa atau berkomunikasi dengan temannya atau sopirnya. Ketika aku melewatinya karena kendaraan berada tiga atau empat mobil didepanya.Pundakku ada yang tepuk, dari belakangsecara reflek aku membalikan badan ternyata orang yang berteriak tadi. "Gila loe mang... cuek banget urus dong parkirnya terburu-buru nich...." sambil sedikit melotot ke arahku.....aku baru nyadar ternyata dari tadi omongannya dimaksudkan padaku halah.... halah...... "Waduh maaf saya bukan tukang parkir bang....sama seperti abang saya juga pengguna parkir....." Jawabku dengan santai.

Pemuda itu bengong menatapku dari topi hingga ke kesepatu yang ku pakai saat itu, seolah aku sedang dikuliti dengan tatapan matanya......

Karena sadar aku belum sholat ashar cepat balik kanan meninggal kan pemuda tadi, sambil menyetir menuju rumah aku tersenyum sendiri......sambil mengingat kejadian tadi, kubuka topiku dan diletakan didashboard lambang BPBD tampak jelas mengarah kedepan......dengan sadar aku bergumam, ' aku bangga dengan BAJU ORANGE kebesaranku ini....aku tidak peduli terhadap hardikan, cemoohan bahkan tatapan mata yang dengki....aku bangga dan akan menjaga hingga tetes darah ini berkhir...," Sebagian orang memang belum mengetahui baju orange ini sesuai dengan Pergub 64/2010 dimana didalamnya mengatur pakaian dinas warna Orange dipakai ketika 'Tanggap Darurat Bencana dan Diklat'.

Ketika sampai disebuah stopan ujug-ujug ingat akan komunitas Relawan sahabatku yang berbaju orange juga....ingin rasanya suatu hari nanti menceriterakan kejadian ini.Bersama sahabatku berbaju Orange kami telah berkomitmen dengan Tri Satya UCS [Unit Cegah Siaga] Bencana:

Demi kehormatan aku berjanji akan bersungguh-sungguh akan menjalankan, "Perintah Agama, Tugas Negara dan Panggilan Jiwa'.

Inilah Janji kami sebagai pribadi dan komunitas 'Baju Orange' untuk ikut berperan serta dan merelakan diri terhadap: "Siaga Bencana, Peduli sesama dan Lingkungan serta siap berbakti dimanapun kami berada."

Nampaknya tidak berlebihan dengan komitment itu, sebab sudah cukup populis dan bersahabat ditelinga siapapun hanya saja kami tidak terlalu mementingkan Publikasi, sebab kami meyakini firman Allah SWT "....Wahua maakum 'aina makuntum" dimana kami berada dan beraktivitas Allah senantiasa 'Melihat-Nya.

Baju Orange, terang dikala siang, kentara ketika malam,

Meski Baju Orange juga kadang di pakai seorang 'Tahanan' itu dimaksudkan agar yang bersangkutan kembali ke 'fitrah'..

Yang memakai baju orange juga manusia bang....

Punya hati, mata dan telinga....

punya adab dan etika...

salam.......

Inter Mezzo buat seluruh komunitas relawan Jabar.

Jadilah yang terbaik sahabat...

10/jan/2011

14 Mei 2010

Aku heran

15 Juli 2009 jam 23:28
assalamu'alaikum wr. wb.,

Dalam pengajian minggu pertama di bulan Rajab guruku memberikan nasihatnya,' anak-anaku...kali ini ambilah hikmah dari nasihat yang akan dinukil dari generasi pertama di jaman Rasulullah berikut';
Ja'far bin Muhammad Radhhiyallahu Anhu berkata, "Aku heran pada orang yang diuji dengan 4[empat] perkara, namun aneh ia mengabaikan 4 [empat] perkara lainya.

pertama, aku heran pada orang yang diuji dengan KESEDIHAN tetapi ia tidak mengucapkan, 'Tiada sesembahan selain Engkau, Engkau Maha Suci, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.' QS.Al-Anbiya':87 Padahal Allah telah berfirman, 'Maka kami penuhi doanya dan Kami selamatkan dia dari kesedihan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang beriman.' QS. Al-Anbiya:88.

Kedua, aku heran kepada orang yang diuji dengan rasa TAKUT, tetapi ia tidak mengucapkan, 'Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.' QS. Ali Imr
ran:173. Padahal Allah telah berfirman, 'Lalu mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa pun.' QS. Ali Imran:174

Ketiga, aku heran kepada orang yang TERPEDAYA, tetapi ia tidak mengucapkan, 'Dan aku pasrahkan urusanku kepada Allah ?' QS. Ghafir:44. Padahal Allah telah berfirman, 'Maka Allah memeliharanya dari kejahatan-kejahatan tipu daya mereka.' QS. Ghafir:45

Keempat, aku heran pada orang yang MENGINGINKAN SESUATU, tetapi ia tidak mengucapkan,'Sungguh apa kehendak Allah semuai ini terwujud, tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah,' QS.Al Kahfi:39. Padahal Allah telah berfirman, ' Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu;'Sungguh apa kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah.' QS.Al Kahfi:39.'

Rasa sedih, rasa takut, didholimi maupun cita-cita Al Quran adalah obatnya, kembalilah pada naunganya [fi zhilalil Quran] bacalah....tadaburi ayat-ayatnya...renungi dengan segenap hati dengan focus... temukan ruhnya dari semua itu. Berdzikirlah dengan ayat-ayat-Nya dalam sebuah keadaan yang kalian rasakan. Guruku menyapu satu-persatu 'anak-anaknya' yang hadir dengan tatapan yang tajam seolah-olah beliau berkata 'camkanlah hal ini ! dan amalkanlah...!'......
lalu beliau menutup dengan doa'subhanakallahuma wa bihamdika ashadu'ala ila anta astaghfiruka wa'atubu ilaih'
Wassalamu'alaikum wr.wb.


senja di sebuah Mesjid Jakarta, 15juli 2009
disarikan kembali untuk saudaraku 'disana'

aku bukan seperti yang engkau sangka....

19 Januari 2010 jam 17:18
Wahai saudaraku...
Andai engkau kenal aku, tidak berarti mengenal semua tentangku
mungkin yang engkau tahu hanyalah 'sebaris kebencianmu' dari beberapa waktu,
dan beberapa kali dalam pertemuan itu....
mungkin engkau hanya melihat dengan sudut matamu baju yang membalut jasadku,
atau saat ucap canda terucapkan kala itu,
atau pula kala 'suara-suara sumbang' dari seorang 'LICKING' yang sampai ketelingamu...
Hukumlah aku sekeras-kerasnya jika engkau telah yakin bahwa aku begitu.
sekali lagi, aku rela hukumlah aku sepuas-puasnya jika dengan nyata aku begitu.
Namun jika engkau seorang yang 'bijak' jangan lihat baju lusuhku,
perhatikanlah dulu sejenak,
seberapa berartinya disekelilingku, hingga tahu apa yang telah 'dihasilkanya', warna dan keberadaanya.

Jangan pula engkau lupa bahwa ada 'ruang' privacy yang sesungguhnya hanya 'Aku dan Allah' saja yang tahu.


Jika engkau tetap menduga aku,
sedikit saranku 'berhati-hatilah' karena dibalik banyaknya dugaanmu itu....
ada hal-hal yang tak terduga...
yang belum tentu engkau akan mampu mengikutinya dan menahan lajunya.
jika sangkaan itu terus mengejarku,
nanti engkau akan tahu;
aku bukanlah seperti kebanyakan orang,
dan bukan seperti yang engkau sangkakan.
kita sama-sama lihat saja nanti.....
karena sungguh 'ini' sangat menggores, menyayat hati.......
Sungguh lidahmu melebihi tajamnya sabetan pedang,
yang menebas bagian tubuhku...

Cukup, cukup sudah sampai disini..
ternyata engkau bukan seperti yang ku kenal beberapa tahun lalu,
yang cukup bisa diandalkan sebagai sahabat...
derita ini kan kubawa hingga tanah merah mengubur jasadku...
'aku bukan seperti yang engkau sangka...'

06 Januari 2010

Start from the end and end at the begining...

Tiada kata yang lebih arif selain berucap 'alhamdulillah' pergantian tahun beberapa hari telah berlalu, umur kian bertambah, harapan, impian, cita-cita ada yang kandas ada yang terwujud, ada kesedihan begitu pula kebahagiaan tegambar menjadi konfigurasi yang panjang untuk dievaluasi....
sebagian cerita ada yang terngiang membekas dan terkenang, sebagian ada rasa sesal, sebagian lain membutuhkan kesinambungan dan peningkatan kualitas....kalau dipilah barangkali bagaikan babak-babak dalam pagelaran sandiwara...

Sedianya, 'hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini' inilah fondasi semangat setiap insani yang harus terus dijunjung tinggi, karena inilah sebuah ungkapan yang diucapkan seorang hamba pilihan-Nya Nabi Besar di akhir Zaman Muhammad SAW., yang membawa syiar dan manhaj [jalan] 'kebenaran'....
Ungkapan diatas tersirat bermakna 'Muhasabah' [evaluasi diri] dan telah dilakukan para sahabat radhiyallahu anhu sejak 1400 tahun yang lalu, 'menelusuri, mengevaluasi' apa yang telah dilakukan selama kurun waktu tertentu, baik tiap hari, tiap minggu, tiap bulan atau tiap tahun itu adalah langkah dan upaya seseorang sangat arif dan bijak.
'Merenungi barang sejenak tentang apa yang telah kita lakukan' itu lebih baik dari pada menggelar kemeriahan, atau sibuk membuat ribuan rencana tanpa evaluasi atau bahkan melupakan samasekali tapak-tapak yang telah berlalu yang pernah kita lakukan. Sungguh itu sebuah tindakan yang tak manusiawi.

Sebuah rencana, strategi penting diformulasikan setelah evaluasi 'Muhasabah' dilakukan dengan khusu .....didalamnya 'ada sebuah pengakuan' atas suatu kegagalan, dan ada syukur yang terucap atas suatu keberhasilan....ada rencana untuk hari esok yang akan dilakukan...
Niat adalah ungkapan hati yang menguatkan tekad [azam] agar apa yang akan dikerjakan itu 'bernilai', rencana adalah strategi, 'taktik' untuk direalisasikan dan Muhasabah [evaluasi] adalah
mengukur, menilai 'kesesuaian', pencapaian apa-apa yang telah kita dikerjakan....
Sebuah pepatah sunda mengatakan, 'Ulah kumaha isuk' tapi ' Isuk Kumaha' [jangan bagaimana besok, tapi besok bagaimana?] tersirat didalamnya makna bahwa hari esok harus direncanakan...

Tahun 1430 Hijriah telah berlalu....tahun 2009 Masehi demikian pula...., sekiranya diakhir tahun ini kita mengevaluasi diri [muhasabah] maka dari sinilah seyogyanya kita berawal melakukan 'niat' untuk melangkah buat hari esok yang lebih baik lagi.....sebagaimana Prof. BJ. Habibie berkata, "Start from the end and end at the begining'.[bermula di akhir dan berakhir diawal]. Bumi berputar, bulan berputar, manusia bertowaf, demikian makna hidup siklus berkesinambungan..."Fantasiru fil 'Ardh' [bertebaranlah dimuka bumi...] selagi ada waktu...selagi ada umur...buatlah yang terbaik seraya hati tetap bersandar kepada Allah Azza wa Jalla... smoga kita semua dapat melaksanakan aktivitas yang bernilai amal ibadah di tahun 2010 [1431 H] ini, dan kesehatan, kemudahan, kebahagian, keridhoan senantiasa Allah limpahkan kepada kita amin.......batavia,5012010.

29 Desember 2009

biarkanlah ...

Detik demi detik waktu terus berganti, meninggalkan desah nafas yang kadang tak tertahankan untuk diungkapkan, penuh misteri...
langkah kaki pun terus menapaki hari-hari diantara derunya laju kendaraan Ibu Kota dan,
seorang anak manusia pasti membutuhkan sebuah perlindungan dan bimbingan-Nya
Ketika dihadapkan kepada sesuatu yang tak mampu ia pecahkan.
Berdiri tertegun,
dibawah pohon rindang di taman Mesjid Istiqlal,
lalu ia lemparkan pandangannya jauh keatas langit..
Hatinya Menjerit.........
bibirnya bergetar.....
terdengar pelan, 'ya Robbi....janganlah Engkau bebankan kepada hamba dengan beban yang tidak sanggup hamba menanggungnya.......'
pelan pelan airmata dari kedua matanya membasahi pipinya....
desiran angin disela-sela pohon meniup tubuhnya seolah memberikan sentuhan kasih,
'ya Robbi....ampunilah hamba-Mu ini, bimbinglah, lindungilah hamba dari depanku dan belakangku, dari kananku dan kiriku, dari atasku dan serbuan dibawahku....kepada siapa lagi hamba ini memohon selain kepada Engkau wahai Robb......."

Getaran suara hati melengking jauh keawang-awang...
menembus awan membelah langit.....

Diusapnya pelan airmata yang meleleh dipipinya, kemudian tertunduk melangkah menuju pintu
mesjid, dan begumam, "biarkanlah badan ini hancur sekalipun, karena dimanapun ajalku tetap akan menjemput. Asal aku tetap diberi kemampuan untuk memenuhi segala perintah-Mu, aku tak ingin ada yang 'lain' dihati ini selain-Mu, Engkau kekasih hatiku tempat hamba Mengadukan segalanya, karena Engkaulah yang mampu menutup 'aib' ku, Sesungguhnya aku begitu takut 'bertemu' dengan Mu, Engkau Maha Tahu akan prilaku bahkan getaran hatiku......... Yaamukaliabal qulub sabit qolbi ala dinik....."

Dibukanya sepatu yang melekat di kedua kakinya, kemudian duduk tertunduk menghadap kiblat sambil menunggu adzan magrib tiba.
hatinya terus menjerit.....
meratap...."biarlah hamba ini begini adanya, namun janganlah Engkau tinggalkan hamba meski barang sejenak Ya Robb......"

Batavia, 29/12/09

11 Desember 2009

putaran hari..

10 Desember 2009

Fajar menyingsing bersamaan dengan seruan muadzin mendayu memanggil 'tuk ruku dan sujud bershaf-shaf, dirumah Allah di Mesjid-mesjid....
berbekal 'keyakinan yang teguh dan keimanan yang mantap.'
bersimpuh dihadapan-Nya ...Rajanya seluruh umat manusia 'Malikinaas'
Seorang hamba....
dengan khusu..... memanggil-Nya dengan Asma-Nya,
kedua tangan terangkat kelangit,.... penuh harap,
Meratap memohon ampunan, rakhmat dan karunia-Nya....
dalam hening....,
terduduk tenang....,
bagaikan 'se-ekor ikan didalam telaga bening'
begitu adanya hamba...hamba pemilik qalbun saliim....

Dari masyrik hingga maghrib,...langkah kaki, kucuran keringat, berpacu dengan waktu...
M'lakukan apa yang mesti dikerjakan,
dan mengerjakan apa yang telah direncanakan,
dengan spenuh 'hati' ikuti hari,

kini siang tlah ditutup malam,
mentari pun pulang 'keperaduan',
seorang hamba pun tlah kembali dimana tadi pagi ia pergi,
lalu, berthaharah .....
berkumur dari 'lisan yang khilap terucap'
membasuh muka dari 'kemasaman raut wajah',
membasuh tangan dari 'kotoran haram',
mengusap kepala dari 'debu-debu kesombongan',
mencuci kaki dari ' langkah-langkah yang menyimpang'

sebagimana Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu, dan [basuh] kakimu sampai kedua mata kaki dan jika kamu junub maka mandilah...." QS. Al-Maidah:6

[Setelah ruku dan sujud]:

Seorang hamba .....menengadahkan tangannya ke langit....
hatinya melesat tembus menuju 'langit'.....
merintih terlarut dalam linangan air matanya......
bibirnya lirih...seraya berucap, "Robbana taqobalmina innaka antasamiu'l 'aliim....."

jkt.10/12/09

20 Agustus 2009

Lidah...

Bismillahirokhmanirrolhim.
..

Assalamu'alakum wr., wb.,
dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw., bersabda; " Seorang hamba berbicara satu kata yang diridhai Allah tanpa ia pedulikan, maka Allah mengangkat derajatnya. Seorang hamba berkata dengan kata-kata yang mengundang murka Allah tanpa ia peduli, maka Allah menjatuhkan ia kedalam lembah api neraka jahananm" HR. Bukhari

Lidah salah satu organ mulut, alat pencicip, tak bertulang namun 'tajam'nya bisa melebihi sabetan pedang yang mengkilat. Ulama saleh berkata; "Jika anda ingin menilai hati seseorang, maka perhatikanlah kata-kata yang keluar dari mulutnya...."
Yahya bin Muadz ra., berkata:"Hati adalah panci yang isinya mendidih. Sedang mulut seseorang adalah gayung-gayungnya. Oleh karena itu jika seseorang berbicara maka perhatikanlah mulutnya karena ia kan mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya. Apakah isinya manis, asam, asin, pahit atau tawar."
Beberapa ulama berbeda berpendapat tantang 'apakah semua perkataan dicatat oleh malaikat atau yang dicatat hanya yang baik dan buruk saja' ?
Perhatikan yang ungkapan Abu Bakar ash Shiddiq ra., "Inilah yang menjerumuskan aku kedalam tempat-tempat masuk yang banyak sekali. Perkataan adalah tawananmu. Jika ia keluar dari mulutmu, maka kamu yang jadi tawananya dan ALLAH mengawasi setiap mulut yang berkata."

Sebagaimana Firman-Nya;"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." QS.Qaaf:18

Ibnu Qoyyim rah., dalam Kitabnya 'Al-Jawabul Kafi Liman Saala'Anid Dawaaisy-syafi' berkata : "....manusia itu memiliki dua celah besar [tempat tergelincirnya], Jika ia lolos dari salah satunya, maka ia tidak akan bisa lolos dari yang satunya. Celah itu adalah celah berbicara dan celah diam. Bisa jadi salah satunya lebih besar dosanya dari pada yang lain dalam waktu yang sama, demikian juga sebaliknya. Orang yang diam dari kebenaran adalah setan bisu ! bermaksiat kepada Allah, munafik [hipokrit]. Sedang disisi lain orang yang berbicara kebatilan adalah setan yang berbicara dan juga bermaksiat kepada Allah."

Dimanakah kita ? jadilah 'umatan wasathan' umat yang berada ditengah-tengah, yakni orang yang menempuh jalan yang lurus....yaitu Diam dari kebatilan, dan berbicara apa yang mendatangkan manfaat bagi akhiratnya.
Ibnu Qoyyim rah., menjelaskan, Seorang hamba akan datang pada hari kiamat dengan kebaikan-kebaikan seperti gunung, tetapi ia mendapatkanya LISANNYA yang menghancurkan kebaikan-kebaikan itu. Kemudian yang lain datang dengan keburukan-keburukan yang banyak seperti gunung tetapi lisannya telah menghancurkanya [menghapusnya] dengan banyaknya zikir [dzikran kasiraa] kepada Allah dan ibadah yang terkait denganya.

Jagalah...jagalah lidah kita....dari sana boleh jadi semua berawal....
kita sambut bulan suci ramadhan dengan keikhlasan...'marhaban ya ramadhan...'
wallahu Ta'ala 'alam
Subhanakallahuma wabihamdika, ashadu'alailaanta astaghfiruka waatubu ilaik...
wassalamu'alakum wr., wb.,

diambang fajar sudut mesjid Batavia, 19-08-2009

15 Agustus 2009

Balasan...

Assalamu'alaikum, Wr., Wb.

Bismillahirokhmanirrokhim,
Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." QS. Thahaa:124

Para ulama salafus salih banyak yang menafsirkan ayat diatas bahwa kehidupan yang sempit itu adalah azab kubur... dan tidak ada keraguan bahwa azab kubur itu adalah bagian dari kehidupan yang sempit. Ibnu Qoyyim Al Jauziah, menafsirkan kehidupan yang sempit itu, mencakup disegala kehidupan di dunia maupun di kehidupan akhirat. Beliau mengatakan, "Allah mengaitkan balasan kehidupan yang sempit sebagai akibat dari ditinggalkannya dzikir kepada-Nya [Al-Qur'an]. Orang yang berpaling dari dzikir akan mendapatkan balasan sesuai dengan tingkat keberpalingan yang dilakukannya. Meskipun ia menikmati kenikmatan dunia, akan tetapi dalam hatinya tersimpan keterasingan, perasaan terhina, keluh kesah yang mencabik-cabik hatinya, angan-angan semu dan ketersiksaan."

Lebih lanjut beliu mengatakan,"Kenyataan seperti itu [suasana hati] tidak nampak, karena tertutupi pelakunya sedang 'dimabuk' syahwat dan kecintaan pada dunia dan status sosial. Jika dibandingkan dengan mabuk karena khamar, maka jenis ini lebih besar akibatnya. Orang yang mabuk khamar bisa siuman, tetapi orang yang dimabuk syahwat, dunia dan status sosial tidak akan siuman kecuali menjelang kematiannya."

Kehidupan yang sempit merupakan KEHARUSAN bagi orang yang berpaling dari dzikir kepada Allah [Al Quran] yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Kehidupan yang sempit itu berlaku di dunia, di alam barzah dan dihari kiamat. Hati tidak akan tenang, hidup tidak akan bahagia jika tidak menjadi seorang penyembah Allah yang merupakan kebenaran hakiki. Barang siapa yang merasa bahagia dengan Allah, maka semua orang akan bahagia karenanya. Barang siapa yang tidak bahagia karena Allah, maka jiwanya akan penuh dengan KELUH KESAH karena dunia YANG IA RAIH. Allah menjadikan kehidupan yang BAIK hanya untuk orang yang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firman-Nya;

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." QS.an-Nahl:97.

Jaminan atau janji Allah kepada ahli iman dan amal saleh dengan balasan kehidupan yang baik di dunia dan balasan di surga....bagi mereka telah dijanjikan kehidupan yang lapang dan terbaik di dua negeri; negeri dunia dan negeri akhirat... sebagaimana firman-Nya;
"...orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat [pembalasan] yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat itu sebaik-baik tempat bagi orang yang bertaqwa." QS. an-Nahl:30

Tak ada keraguan bahwa sungguh dunia ini adalah ladang bagi kehidupan akhirat, dan kedudukan seorang manusia diakhirat ditentukan oleh sejauhmana kedudukan iman dalam hatinya, amal saleh yang dilakukannya di dunia ini. Akhirul kata...Kepada Allah-lah kita senantiasa memohon hidayahnya agar senantiasa diberikan jalan yang benar.... amin

wallahu Ta'ala 'alam
subhanakallahuma wabihamdika ashadu'alaila anta astaghfiruka waatubu ilaik..
wassalamu'alaikum wr.,wb

Ujung malam di mesjid Batavia, 13 Agustus 2009

03 Agustus 2009

Jauhi Enam Sifat ini

Hari ini jam 5:56
Assalamu'alaikim Wr., Wb

Audzubillahiminnasshaitonirrodjim...Allah berfirman, "...Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat INGKAR dan KERAS KEPALA." QS. Qaf:24
Itulah perintah Allah kepada malaikat untuk melempar hamba-Nya yang tidak mentaati-Nya.
Ibnu Qoyyim rah., dalam Kitabnya Al Fawaaid berkata; "Ketahuilah bahwa orang yang dilemparkan ke Neraka Jahanam itu mempunyai 6 [enam] sifat berikut :

1. Ia mengingkari nikmat yang diberikan Allah dan hak-hak-Nya, kafir terhadap din-Nya, tauhid, Asma dan Sifat-Nya, kafir terhadap Rasul-Nya, para Malaikat, Kitab-kitab-Nya dan Pertemuan dengan-Nya;
2. Ia ingkar dan menentang KEBENARAN;
3. Ia menolak kebajikan, baik berupa ketaatan dan ibadah kepada Allah maupun berupa ihsan 'berbuat baik' kepada sesama manusia;
4. Ia malah berbuat dholim, tirani, dan sewenang-wenang kepada orang lain [baik ucapan maupun perbuatan];
5. Ia memiliki keragu-raguan;
6. Selain itu, ia pun musyrik menyukutukan Allah dengan menjadikan selain Allah itu sebagai Ilah, ia menyembah, mencintai serta loyal kepadanya."

Ketika ia disidang di Mahkamah Allah, ia menjawabnya 'bahwa setan telah menyesatkanya'. Namun setan 'cuci tangan' seraya berkata seperti yang dikatakan Iblis kepada penghuni Neraka; "...Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kamu, melainkan [sekedar] aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku..." QS. Ibrahim:22

Marilah wahai saudaraku kiranya berkenan untuk kita renungkan hal-hal diatas.... sejak awal [manusia diciptakan-Nya] setan memang tidak mau sujud kepada Nabi Adam as., bahkan telah berjanji kepada Allah akan menggoda anak cucu Adam hingga hari Kiamat nanti. Kita pun ingat akan Firman-Nya "...Apa saja becana yang menimpamu, maka dari akibat [kesalahan] dirimu sendiri..." QS. Anisaa':79

Wallahu Ta'ala'alam,
Subhanakallahuma wabihamdika, ashadu'alaila anta astaghfiruka waatubuilaik.
wassalamu'alaikum wr.wb.-

diujung malam, disudut Batavia 4 Agustus 2009

JAUHI ENAM SIFAT INI

Assalamu'alaikim Wr., Wb

Audzubillahiminnasshaitonirrodjim...Allah berfirman, "...Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat INGKAR dan KERAS KEPALA." QS. Qaf:24
Itulah perintah Allah kepada malaikat untuk melempar hamba-Nya yang tidak mentaati-Nya.
Ibnu Qoyyim rah., dalam Kitabnya Al Fawaaid berkata; "Ketahuilah bahwa orang yang dilemparkan ke Neraka Jahanam itu mempunyai 6 [enam] sifat berikut :

  1. Ia mengingkari nikmat yang diberikan Allah dan hak-hak-Nya, kafir terhadap din-Nya, tauhid, Asma dan Sifat-Nya, kafir terhadap Rasul-Nya, para Malaikat, Kitab-kitab-Nya dan Pertemuan dengan-Nya;
  2. Ia ingkar dan menentang KEBENARAN;
  3. Ia menolak kebajikan, baik berupa ketaatan dan ibadah kepada Allah maupun berupa ihsan 'berbuat baik' kepada sesama manusia;
  4. Ia malah berbuat dholim, tirani, dan sewenang-wenang kepada orang lain [baik ucapan maupun perbuatan];
  5. Ia memiliki keragu-raguan;
  6. Selain itu, ia pun musyrik menyukutukan Allah dengan menjadikan selain Allah itu sebagai Ilah, ia menyembah, mencintai serta loyal kepadanya."

Ketika ia disidang di Mahkamah Allah, ia menjawabnya 'bahwa setan telah menyesatkanya'. Namun setan 'cuci tangan' seraya berkata seperti yang dikatakan Iblis kepada penghuni Neraka; "...Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kamu, melainkan [sekedar] aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku..." QS. Ibrahim:22

Marilah wahai saudaraku kiranya berkenan untuk kita renungkan hal-hal diatas.... sejak awal [manusia diciptakan-Nya] setan memang tidak mau sujud kepada Nabi Adam as., bahkan telah berjanji kepada Allah akan menggoda anak cucu Adam hingga hari Kiamat nanti. Kita pun ingat akan Firman-Nya "...Apa saja becana yang menimpamu, maka dari akibat [kesalahan] dirimu sendiri..." QS. Anisaa':79

Wallahu Ta'ala'alam,
Subhanakallahuma wabihamdika, ashadu'alaila anta astaghfiruka waatubuilaik.
wassalamu'alaikum wr.wb.-

diujung malam, disudut Batavia 4 Agustus 2009

31 Juli 2009

manusia itu ...

Assalamu'alaikum, wr., wb.

Manusia itu adalah mahluk yang istimewa ! mulia, utama serta diciptakannya untuk diri-Nya.
Sebagaimana firman-Nya; "Tidaklah semata-mata Aku ciptakan Jin dan Manusia hanyalah untuk menyembah-Ku." Ad-Dzariat:56.
Untuk beribadah kepada Allah, dengan segala kecintaan...ketundukan...d
an ketaatan kepada-Nya.
Allah akan tertawa apabila melihat :
1. Hamba-Nya yang bangkit meninggalkan ranjang, meninggalkan teman tidurnya untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya, membaca ayat-ayat-Nya, dan bermunajat kepada-Nya;
2.Seorang lelaki yang ditinggal temannya dalam menghadapi musuh, mereka melarikan diri, tetapi dia justru menghadapi musuh. Dia menjual nyawanya kepada Allah menghadapkan dadanya kepada mereka hingga terbunuh dalam mencari cinta dan Ridha-Nya;
3.Hamba yang senantiasa menyembunyikan sedekahnya dari teman-temanya.

Allah azza wa Jalla secara KHUSUS memberikan kepada manusia ; Ilmu, Cinta, kedekatan dan kemuliaan yang tidak diberikan kepada mahluk lain. Subhanallah...
Sebagaiman Rasulullah saw., bersabda: "Sekiranya kalian tidak berbuat dosa tentu Allah membinasakan kalian, lalu Dia menciptakan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampunan kepada Allah dan Dia mengampuni mereka." HR.Muslim-Tirmidzi.

Manusia adalah inti dari mahluk didunia ini ! karena manusia yang dituju oleh adanya PERINTAH dan LARANGAN, dan atasnyalah diberikan pahala [reward] dan dijauhkan hukuman [punishment]. Untuk itu,
Carilah Ilmu...
Carilah Cinta-Nya...
Carilah Ridha-Nya...
Jadilah manusia mulia dimata-Nya...
Jiarahilah orang-orang shaleh yang mengajak pada kebenaran ....[yang tidak meminta imbalan];
untuk mengambil manfaat darinya,
meski,
Dalam kasat mata manusia sama, "Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang BERSIH."QS.Asy-Syuuraa:89

Jangan bersedih...dengan keadaamu sekarang ini don't... don't be sad !! jangan bersedih seperti itu lagi !... smoga masih ada waktu untuk temukan rahasia kemuliaan, keistimewaan mu disisi-Nya...
berazamlah dari sekarang juga...
Ingatlah ...Dua kali Allah telah berjanji, "Inna maal usyrii yussroo. fainna maal ussyrii yussroo." QS. Al-Insyiroh:5-6. [setelah kesulitan pasti ada kemudahan, maka setelah kesulitan pasti ada kemudahan.]

Semoga ada manfaatnya, Subhanakallahuma wabihamdika ashadu'alaila anta astaghfiruka wa'atubuilaik.
Wassalamu'alaikum., Wb.,Wb.,

Di Sudut malam Batavia, 31 Juli 2009

29 Juli 2009

Takut kepada Allah

Assalamu'alaikum wr.,wb.

Salah seorang yang shaleh mengisahkan...bahwa ia sedang berada dalam suatu majlis mendengarkan nasihat dari seorang ulama. Saking hebatnya dalam penguasaan ilmunya dan cara berdawahnya membuat semua orang yang hadir menangis...
Dalam majlis itu ada seorang pemuda, ketika ulama itu menyebut tentang neraka dan siksa pedih yang disediakan oleh Allah didalamnya bagi orang-orang yang mengingkari perintah-Nya, ia menjerit lalu berkata, "Betapa aku menyesal atas perbuatan burukku disisi Allah, aku telah menyia-nyiakan usiaku, aku telah melupakan keluargaku, aku telah meremehkan amal perbuatanku !!"
Kemudian ia menghadap kiblat lalu berucap, "Allahuma, hamba sekarang menghadapkan diri kepada Engkau dengan suatu taubat yang tidak bercampur riya' selain kepada Engkau. Maka terimalah taubat dari hamba atas amal buruk yang telah berlalu;kurangilah sandungan hamba;rahmatilah keasingan hamba. Illahi...kepada Engkau hamba KEMBALI PULANG.....dengan segenap raga hamba...dengan jujur dari hati yang terdalam hamba....! Maka celakalah hamba, bilamana Engkau tidak menerima hamba !"
Setelah berucap itu ia terjatuh pingsan, setelah diamati ternyata ia telah meninggal dunia.
Innalillahi waina'Illaihi Rodjziun...
khusnul khotimah, adalah sebaik-baik kembali 'pulang', pulang dalam keadaan Islam...
Cukuplah 'takut' hanya kepada Allah dengan takut kepada-Nya Insya Allah kita akan berjalan lurus [shirat], dan selamat !
Karena dengan 'menyimpang' pasti ada ada resiko yang harus ditanggung, didunia begitu pula diakhirat.

smoga ada manfaatnya,
Subhanakallahuma wabihamdika, asyhadu'ala ila anta astaghfiruka wa'atubu ilaik.
wasssalamu'alaikum wr.,wb.

Sudut malam Jakarta, 28 Juli 2009

15 Juli 2009

Aku heran


assalamu'alaikum wr. wb.,

Dalam pengajian minggu pertama di bulan Rajab guruku memberikan nasihatnya,' anak-anaku...kali ini ambilah hikmah dari nasihat yang akan dinukil dari generasi pertama di jaman Rasulullah berikut';
Ja'far bin Muhammad Radhhiyallahu Anhu berkata, "Aku heran pada orang yang diuji dengan 4[empat] perkara, justru ia mengabaikan 4 [empat] perkara lainya.

pertama, aku heran pada orang yang diuji dengan KESEDIHAN tetapi ia tidak mengucapkan, 'Tiada sesembahan selain Engkau, Engkau Maha Suci, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.' QS.Al-Anbiya':87 Padahal Allah telah berfirman, 'Maka kami penuhi doanya dan Kami selamatkan dia dari kesedihan. Dandemikianlah Kami selamatkan orang-orang beriman.' QS. Al-Anbiya:88.

Kedua, aku heran kepada orang yang diuji dengan rasa TAKUT, tetapi ia tidak mengucapkan,'Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.' QS. Ali Imr
kan:173. Padahal Allah teloah berfirman, 'Lalu mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apapun.' QS. Ali Imran:174

Ketiga, aku heran kepada orang yang TERPEDAYA, tetapi ia tidak mengucapkan, 'Dan aku pasrahkan urusanku kepada Allah ?' QS. Ghafir:44. Padahal Allah telah berfirman, 'Maka Allah memeliharanya dari kejahatan-kejahatan tipu daya mereka.' QS. Ghafir:45

Keempat, aku heran pada orang yang MENGINGINKAN SESUATU, tetapi ia tidak mengucapkan,'Sungguh apa kehendak Allah semuai ini terwujud, tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah,' QS.Al Kahfi:39. Padahal Allah telah berfirman, ' Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu;'Sungguh apa kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan selain dengan pertolongan Allah.' QS.Al Kahfi:39.'

Rasa sedih, rasa takut, dizolimi maupun cita-cita Al Quran adalah obatnya, kembalilah pada naunganya [fi zhilalil Quran] bacalah....tadaburi ayat-ayatnya...renungi dengan segenap hati dengan focus... temukan ruhnya dari semua itu. Berdzikirlah dengan ayat-ayat-Nya dalam sebuah keadaan yang kalian rasakan. Guruku menyapu satu-persatu 'anak-anaknya' yang hadir dengan tatapan yang tajam seolah-olah beliau berkata 'camkanlah hal ini !'......
lalu beliau menutup dengan doa'subhanakallahuma wa bihamdika ashadu'ala ila anta astaghfiruka wa'atubu ilaih'
Wassalamu'alaikum wr.wb.


senja di sebuah Mesjid Jakarta, 15juli 2009
disarikan kembali untuk saudaraku 'disana'

Pesan sang suami kepada istrinya

Assalamu'alaikum Wr.,Wb.

Abu Darda r.a., berkata kepada istrinya, "Bilamana engkau melihatku marah maka relakanlah aku, dan apabila aku melihatmu marah aku juga merelakanmu." kemudia beliau berpesan :
"Berilah maaf atas kesalahanku
cintaku niscaya menyertaimu slalu
janganlah menyebut KEBURUKANKU
kala aku marah terbawa nafsu
janganlah mentatahku
seperti kau sekali melubangi kayu
sebab engkau tidak tahu
bagaimana terasing hidupku
jangan banyak MENGELUH
lalu daya menjadi rapuh
hatiku pun menjadi tak acuh
dan semua hati terpecah belah
aku lihat dihati cinta berluka parah
Bilamana bertemu, cinta tetap pergi tak mau mengalah."

dikutif dari: Alfu Qishshatin wa Qishshati Karya Hani Al-Hajj.

25 Juni 2009

Dimana Tempat Seorang Hamba Menghadap Allah ??


oleh Dadang Ronda (catatan) 24 Juni jam 20:05
Tahukah antum dimanakah seorang hamba menghadap Allah Azza wa Jalla ? pertanyaan itu langsung menyambar telingaku, ketika aku selesai mengucapkan salam kepada beliau..... sementara aku mengambil tempat untuk duduk bersila [melingkar] mendengarkan 'pesan-pesan spiritualnya', 'Engkau yang lebih mengetahui wahai guru...' jawabku sambil menundukan kepalaku.'Sesungguhnya seorang hamba berdiri menghadap Rabbnya, Allah Azza wa Jalla di dua tempat. tempat yang pertama, ketika seorang hamba melakukan shalat; dan kedua pada hari pertemuan dengan-Nya [pada hari kiamat];' untuk itu..... Guruku mengambil napas sesaat... sambil memegang dadanya [seperti merasakan sesuatu yang sakit]...lalu beliau berkata lagi...'Untuk itu lakukanlah shalat pada waktunya ....sebagaimana Rasulullah saw., bersabda: 'ahabul amali ilahi sholati waktiha' [amal yang paling baik dimata Allah yaitu shalat tepat pd waktunya]. lakukan itu...lakukan itu...lakukanlah itu !...... dengan khusu !! tahukah kalian apa itu khusu ? .....yaitu dengan menghadirkan hatimu dan fokus dengan apa yang antum ucapkan...' Suara guruku dengan intonasi yang kuat melengking...lalu kedua mata beliau dengan tajam memandang kami satu persatu....seolah menancapkan ujung tombak kedalam dadaku dan tembus....'anak-anaku.....' lirih suara guruku seolah semilir tiupan angin yang lembut menerpa daun telingaku yang haus akan nasihatnya....."Kata ulama shalaf, kalau kalian ingin khusu dan tidak ingin kehilangan 'ruh' sholat...anggaplah shalat yang kalian lakukan itu seolah-olah shalat yang terakhir kalinya dalam hidupmu...Insya Allah... kalian akan ber-urai air mata ....karena akan merasa begitu kerdilnya kita dimata Allah....camkanlah ini...Sebagaimana Ibnu Qoyyim al Jauziah Rah., berkata, 'Jika si hamba dapat menunaikan hak-hak Allah secara benar-benar dengan shalatnya, maka akan ringan baginya menghadap Allah pada hari pertemuan kelak. Dan sebaliknya, bila si hamba tidak mematuhi hak-hak-Nya, maka akan berat baginya pertemuan itu'."'anak-anaku...., ingatlah slalu Allah SWT., berfirman... beliau membaca surat Al-Insan, ayat 26-27 dengan alunan suara yang parau menyejukan namun jelas sekali makhrojznya ...yang artinya;"Dan, pada sebagaian malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka [orang-orang kafir] menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan KESUDAHAN mereka, pada hari yang berat [hari Kiamat]". QS. al-Insan:26-27.Guruku mengakhiri tausyianya dengan doa majelis dan mengucapkan salam serta satu-persatu murid-muridnya menyalami... seraya beliau berucap, 'taqobalallahu mina waminkum...semoga amalku dan amalmu diterima disisi Allah'....dan aku sampaikan kembali pengajian malam tadi kepada saudaraku disini...[tolong jangan baca kalau gak suka...]ujung senja di sebuah Mesjid Batavia 24 Juni 2009

Dimana Tempat Seorang Hamba Menghadap Allah ??


oleh Dadang Ronda (catatan) 24 Juni jam 20:05
Tahukah antum dimanakah seorang hamba menghadap Allah Azza wa Jalla ? pertanyaan itu langsung menyambar telingaku, ketika aku selesai mengucapkan salam kepada beliau..... sementara aku mengambil tempat untuk duduk bersila [melingkar] mendengarkan 'pesan-pesan spiritualnya', 'Engkau yang lebih mengetahui wahai guru...' jawabku sambil menundukan kepalaku.'Sesungguhnya seorang hamba berdiri menghadap Rabbnya, Allah Azza wa Jalla di dua tempat. tempat yang pertama, ketika seorang hamba melakukan shalat; dan kedua pada hari pertemuan dengan-Nya [pada hari kiamat];' untuk itu..... Guruku mengambil napas sesaat... sambil memegang dadanya [seperti merasakan sesuatu yang sakit]...lalu beliau berkata lagi...'Untuk itu lakukanlah shalat pada waktunya ....sebagaimana Rasulullah saw., bersabda: 'ahabul amali ilahi sholati waktiha' [amal yang paling baik dimata Allah yaitu shalat tepat pd waktunya]. lakukan itu...lakukan itu...lakukanlah itu !...... dengan khusu !! tahukah kalian apa itu khusu ? .....yaitu dengan menghadirkan hatimu dan fokus dengan apa yang antum ucapkan...' Suara guruku dengan intonasi yang kuat melengking...lalu kedua mata beliau dengan tajam memandang kami satu persatu....seolah menancapkan ujung tombak kedalam dadaku dan tembus....'anak-anaku.....' lirih suara guruku seolah semilir tiupan angin yang lembut menerpa daun telingaku yang haus akan nasihatnya....."Kata ulama shalaf, kalau kalian ingin khusu dan tidak ingin kehilangan 'ruh' sholat...anggaplah shalat yang kalian lakukan itu seolah-olah shalat yang terakhir kalinya dalam hidupmu...Insya Allah... kalian akan ber-urai air mata ....karena akan merasa begitu kerdilnya kita dimata Allah....camkanlah ini...Sebagaimana Ibnu Qoyyim al Jauziah Rah., berkata, 'Jika si hamba dapat menunaikan hak-hak Allah secara benar-benar dengan shalatnya, maka akan ringan baginya menghadap Allah pada hari pertemuan kelak. Dan sebaliknya, bila si hamba tidak mematuhi hak-hak-Nya, maka akan berat baginya pertemuan itu'."'anak-anaku...., ingatlah slalu Allah SWT., berfirman... beliau membaca surat Al-Insan, ayat 26-27 dengan alunan suara yang parau menyejukan namun jelas sekali makhrojznya ...yang artinya;"Dan, pada sebagaian malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka [orang-orang kafir] menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan KESUDAHAN mereka, pada hari yang berat [hari Kiamat]". QS. al-Insan:26-27.Guruku mengakhiri tausyianya dengan doa majelis dan mengucapkan salam serta satu-persatu murid-muridnya menyalami... seraya beliau berucap, 'taqobalallahu mina waminkum...semoga amalku dan amalmu diterima disisi Allah'....dan aku sampaikan kembali pengajian malam tadi kepada saudaraku disini...[tolong jangan baca kalau gak suka...]ujung senja di sebuah Mesjid Batavia 24 Juni 2009

19 Juni 2009

SUATU HARI

Oleh : Dadang Ronda, Rabu pukul 17:10

Disebuah Negara.....Suatu hari seorang guru Sekolah Dasar sedang dialogis dengan para muridnya, sambil mengacungkan sebuah penghapus papan tulis, sang guru bertanya pada muridnya,: 'anak-anak benda ini apa namanya ?'Murid dengan serentak menjawab,'Penghapus ....!!!'sang Guru; 'B e n a r !'sang Guru:'Apakah kalian semua dapat melihatnya penghapus ini ?'Murid : 'iya melihaaaat !'sang Guru; 'Nah anak-anak berarti Penghapus ini ADA !.'Sang Guru bertanya kembali :'Apakah kalian semua dapat melihat Tuhan ?'Murid :'Tidaaaak...!'Sang Guru: 'Kalau begitu Berarti Tuhan itu Tidak Ada !!.' kata sang Guru dengan tegasnya.............................Tiba-tiba ada seorang murid yang cerdas berdiri.....lalu berkata dengan lantang: "Teman-teman... apakah kalian semua dapat melihat AKAL Guru kita ini ????.'Teman-temanya menjawab:" TIDAAAAK ..!!"Si murid lalu berkata dengan ketus sambil duduk kembali: "Kalau begitu Guru kita Tidak Ada !!!'[rujukan dari Buku Said Hawwa, Manusia dan Alam semesta.]

INGATLAH...

Oleh : Dadang Ronda, 26 Mei 2009 jam 23:00

Tidak ada seorang pun yang menjamin esok mentari pagi datang menyapa bumi...Tak ada pula yang menjamin esok masih menghirup udara pagi,jangan berjanji ! karena boleh jadi besok sudah tak disini....jangan pula terlalu membenci, boleh jadi ia jadi sahabat sejati...dan apa yang dicintai boleh jadi kemudian hari paling yang dibenci,Sejatinya siapapun harus mandiri,karena pada hakekatnya terlahir sendiri, hidup beramal sendiri, mati dikuburpun sendiri....ber-muamalah syareatnya hanya sepertiga waktu dalam sehari....selebihnya....kita diingatkan "Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia semata-mata untuk menyembah-Ku" QS.ad.Dzariaat;56Sungguh....kesulitan seringkali dirasakan sendiri...banyak teman menghindari...dan kita ditinggal pergi...lain hal, ktika dalam kesenangan mereka datang bak gula dengan semutnya...Allah SWT berfiman,"Setiap jiwa pasti mati, Kami akan coba dengan kesenangan dan kesulitan..."QS.Al-Anbiya:36kematian sesuatu yang pasti, adalah berakhirnya 'berladang' amal perbuata,kuburan, tiada lain tempat persinggahan sebuah perjalanan... dan sungguh akan dipertanyakan ,'siapa Rabb mu, agama dan nabimu ?'Iliyin, adalah tempat tertinggi bagi ruh...dan sijjin tempat terburuk ...lapang dan sempit, gelap dan terang... dua keadaan di alam kubur,ingatlah....sesungguhnya kita sendiri ...dan harus mandiri,menunggu suatu hari yang pasti datang menjelang...'apabila matahari digulung;dan apabila bintang-bintang berjatuhan;dan apabila gunung-gunung dihancurkan;dan apabila unta-unta bunting ditinggalkan;dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan;dan apabila lautan dijadikan meluap;dan apabila ruh-ruh dipertemukan [dengan tubuh];dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya;Kartena dosa apakah ia dibunuh ?dan apabila catatan-catatan [amal perbuatan manusia] dibuka;dan apabila langit dilenyapkan;dan apabila neraka jahim dinyalakan;dan apabila surga didekatkan;Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui APA YANG TELAH DIKERJAKANNYA.' QS.At-Taqwir:1-14demikian pengabaran dari Rabb kita, guncangan kiamat akan dirasakan seluruh alam [dunia maupun kubur]...."... apabila bumi diguncangkan berturut-turut; dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris." QS Al-Fajr21-22lalu, seluruh manusia [umat adam-Muhammad] dikumpulkan dipadang mahsyar...telanjang, tak berhitan, ada yang melihat dan ada buta [padahal ktika didunia tidak buta], ada yang berjalan dengan kaki ada pula yang berjalan dengan mukanya, ada bersih raut mukanya ada yang menjadi hitam legam...di kemudian hari nanti, tak akan bergerak selangkah pun kaki manusia sebelum ditanyakan;"bagaimana shalatmu, untuk apa umurmu, untuk apa Ilmu mu dan tentang harta mu [dari mana asalnya dan untuk apa]"sedang matahari hanya satu mil jaraknya,seluruh umat manusia merasakan kerepotan akan teriknya matahari...manusia mengadukan keadaan kepada Nabi Adam, Isa, Nuh, lalu kepada Muhammad saw.'mintalah ?!' fiman Allah, lalu Mengangkat kepalanya dalam sujudnya.Umat Muhammad saw. adalah umat yang terakhir tapi paling awal dihisab dan paling awal memasuki surga dan neraka...dihari ini sesal tiada berguna,"Mereka mengatakan;'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan [amal shaleh] untuk hidupku ini'." QS.Al-Fajr:24Suatu hari nanti, timbangan amal akan dilakukan tidak ada yang dirugikan keadilan sisi-Nyaakan diperlihatkan dihamparkan sejauh mata memandangapa-apa yang telah dikerjakan manusia didunia [yang tersembunyi maupun yang nyata] ... anak cucu dapat jelas melihatnya.........Dengan Kuasa-Nya ada yang dihapuskan dosa-dosa....lalu semua manusia...akan meniti jembatan shirathol mustaqim yang terbentang diatas api neraka, lebarnya setajam mata pedang.....sedang dikiri dan kanan ada pengait besi yang menyabet manusia yang sedang menyeberang... Rasulullah berdoa, 'Allahuma salim..salim..' [ya Allah selamatkan-selamatkanlah] ketika melihat umatnya mulai berbaris menyebrangi jembatan shirat...ada yang sampai keseberang secepat kilat, ada secepat orang berlari, berjalan tertatih-tatih merangkak, ada yang terjatuh, dan selamat....sedang jarak kedasar api neraka 70 tahun lamanya...kemudian nanti manusia ada yang bangkrut....ketika ada seseorang mengadukan kepada Allah tentang darah yang dikucurkan, tanah yang dirampas...hak-hak orang lain yang tidak diberikan dan dipenuhi.....ia meminta ganti dengan amalnya...itulah orang yang bangkrut....Sungguh surga dipenuhi orang-orang yang berahlak mulia [khusnul khuluq]...Allah berfirman;"Arji'i ilayaa rodiatam mardiyah" QS. Fajr:28 [wahai jiwa yang tenang datanglah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas]sebelum kita pulang, dan sebelum terlambat, yu kiranya berkenan kita sama-sama memohon..."Allahuma anta Robbi, lailaha anta kholaqtani, wa ana abduka wa ana ala ahdika, wawadika mastathotu, audzubika misyari masonatu, 'abu'ulaka binimatika alaya wa'abu'ulaka bidanbi, faghfirli fainahu, layaghfiru dzunuba ila anta." HR. Bukhari-Tirmidzi-Nasa'ijabat erat ! salam...Batavia, 27 Mei2009

SUARA LANGIT [Shautus Samaa]

Oleh : Dadang Ronda, 02 Juni 2009 jam 2:42

Bissmillahir rokhmanir rokhim....Saudaraku....Rasulullah saw., bersabda: "Ada dua hal yang dibenci manusia yaitu KEMATIAN, padahal kematian itu lebih baik baginya dari pada fitnah, dan membenci HARTA YANG SEDIKIT, padahal harta yang sedikit itu niscaya mempercepat perhitungan amal perbuatan." HR. Ahmad -Tirmidzi.Sadar atau tidak kita dilenakan dengan aktifitas keseharian yang rutin maupun temporer....yang menyenangkan atau meyedihkan, melelahkan bahkan menjengkelkan....kita sering lupa.....bahwa sesungguhnya 'maut' selalu 'mengintip' untuk menjemput. Dia akan datang dengan tidak disangka dan diduga....dapat terjadi dan menimpa [kita] kapan pun dimanapun dalam kondisi apapun.....Sudah menjadi ketetapan-Nya sekaligus Rahasia-Nya bahwa 'Tiap-tiap [yang berjiwa] pasti akan merasakan mati.'...QS.Ali'Imran:185.Sungguh tidak akan ada tahu kapan Malaikat Maut akan menjemput, [kita] tidak ada daya untuk menghindarinya barang semenit pun, [kita] tidak akan 'mampu' untuk menolak kedatangannya. Dan suatu waktu nanti...Harta yang [kita] miliki akan dihadapkan pada pertanyaan 'darimana asalnya, untuk apa dipergunakan'.Allah swt., berfirman;"Katakanlah,'Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada [Allah], yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan." QS. Al-Jumu'ah:8Kematian bukan akhir dari segalanya...Hissan bin Al- Aswad rah., berkata;"Kematian merupakan titian yang bisa mengantarkan seorang kekasih sampai pada Dzat yang dicintainya."Sesungguhnya....Tiap waktu kita sering diingatkan....dari tanda-tanda suara langit....Lantunan Adzan mendayu mengajak bersyaf-syaf ...[tak dihiraukan]Alunan Ayat-ayat Al-Quran tidak [menggetarkan hatinya]nasihat-nasihat para ustad [malah diabaikan]sementara tetangga merintih sakit ogah menjenguknya,'salam' enggan tuk menjawabnya,pengemis yang merintih malah dihardiknya,belasungkawa sering disampaikan, bahkan hingga mengantar kekuburan....tapi [kita] sering lupa bahwa kita jua akan serupa [mati].suara adzan..mengingatkan kita untuk sholat sebelum disholatkan...Menyuruh kita untuk bersegera untuk mandi sebelum dimandikan,Alunan al-Quran mengingatkan untuk dibaca ditadaburi sebelum dibacakan ...punya dunia berikanlah- bantulah sebelum 'dicukupi-dibantu' ...jika ada 'tahta' amanahlah, sebelum dituntut....jika sehat dan afiat bersilaturakhmilah...dan, berdoalah sebelum didoakan ....Sungguh suara langit, tiap hari menyeru [kita] berkali-kali...dan sungguh.....sebenarnya bukan telinga [kita] yang tuli...bukan pula mata [kita] yang buta...jujur...mungkin mata hati kita tertutup dosa-dosa yang belum sempat terucapkan..Usman bin Affan ra., pernah berkata :"Aku heran terhadap sikap orang yang mengetahui adanya MAUT, tetapi ia masih tertawa; Aku heran terhadap sikap orang yang mengetahui bahwa dunia akan KIAMAT, tetapi ia masih mencintainya; Aku heran terhadap sikap orang yang mengetahui bahwa segala sesuatu berlaku menurut TAKDIR-NYA, tetapi ia masih berduka cita apabila kehilangan sesuatu;Aku heran terhadap sikap orang yang mengetahui adanya HISAB terhadap dirinya, tetapi ia masih menimbun-nimbun harta kekayaan; Aku heran terhadap orang yang mengetahui adanya API NERAKA JAHANAN, tetapi ia masih berani melakukan maksiat;Aku heran terhadap sikap orang yang mengenal DZAT ALLAH SWT., tetapi ia masih mengingat sesuatu selain-Nya;dan Aku heran terhadap sikap orang yang mengetahui adanya SURGA, tetapi ia masih mencari Kemewahan hidup di Dunia."[Kita] diingatkan akan firman-Nya: "Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu [yang dijanjikan] Allah itu, PASTI DATANG. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."QS.Al-'Ankabuut:5untuk itu ...kiranya berkenan yuu kita sama-sama memohon..."Ya Allah Engkau-lah Yang Maha Mengetahui...wafatkalah kami dalam keadaan Islam, mudahkanlah dalam sakaratul maut, jauhkanlah dari siksa kubur, dan jauhkanlah dari siksa Api Neraka-Mu...Ya..Allah...golongkalah kami kedalam golongan orang-orang shaleh disisi-Mu..." aminYang benar hanya dari Allah dan Rasul-Nya semata, yang salah dari saya dan syetan.Subahakallahuma wa bihamdika, ashadu'alaillaha ila anta astaghfiruka wa atubu ilaih.wassalam... Batavia, 2 Juni 2009

Memilih Sahabat

Oleh : Dadang Ronda, 09 Juni 2009 jam 3:56

Bissmilahir Rokhmanir Rokhim..."Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara."QS.Al-Hujurat:10Sering kita dengar akan ungkapan yang berbunyi, 'seorang sahabat itu seperti tangan dan mata, ketika tangan terluka, maka mata menangis. Ketika mata menangis, tanganlah yang menghapusnya..'demikianlah adanya sudah menjadi fitrah manusia bahwa sipapun membutuhkan teman, sahabat untuk berbagi dalam ikatan persaudaraan khusus untuk mendukung atau memperkuat persaudaraan umum [da'wah, majelis taklim, hobby, profesi, dsb] namun tidak dimaksudkan untuk membatasi atau menutup diri bahkan mengkotak-kotak yang berakibat terjebak dalam ikatan persaudaraan yang sempit [primordial-sektarian].Persahabatan menurut al-Ghazali, 'Terjalinnya kesatuan hati, terpautnya antara hati adalah buah ahlak yang baik, perpecahan adalah buah ahlak yang buruk.'Kadang kita sesekali dihadapkan pada kenyataan.... manakala 'kedudukan atau dunia' sedang berpihak kepada kita. Tak sedikit teman banyak yang bertandang datang menghampiri dengan latar belakang 'alumni, profesi, institusi, asosiasi, klub hobi ' atau apapun namanya, jauh maupun dekat. Layaknya semut dengan gulanya, mengakses dan tanpa tedeng aling-aling mengklaim 'ia adalah teman dan sahabat dekat dulu'. boleh jadi demikian adanya. Meski tidak sedikit orang yang menghindari [mengakui] pertemanan-persahabatan karena takut merusak/teganggu image kedudukan statusnya. Adalah dunia, yang berputar melalui porosnya, bertowaf sesuai dengan waktu yang ditentukan, semua tidak ada yang abadi... ketika status sosial sudah mulai pudar, 'kedudukan telah berakhir, dunia telah hilang'...mereka yang berucap dan mengaku sahabat, teman karib, satu demi satu mulai meninggalkan..... bak madu tinggal wadahnya.... sungguh mengenaskan makna sebuah pertemanan yang terjalin yang berazaskan 'kedudukan dan dunia'...... tidak semestinya begini arti persahabatan sejati.....bukan karena untung dan rugi... Jika demikian waaaah...tak terbayangkan betapa menderitanya ditinggalkan atau dihianati teman atau sahabat....Seorang Arif bijak bertutur,"Banyak kenikmatan yang dilipat diantara taring-taring bencana,banyak kegembiraan yang menghadap arah dimana beberapa musibah telah menanti.Maka bersabarlah atas beberapa ujian yang terjadi pada masa-masamu,karena segala sesuatu ada akibatnya. Setiap kesusahan ada kegembiraanya,dan yang murni masih memiliki campuran."Bagaimana memilih dan mencari teman ? mari kita dengarkan apa yang dikatakan Shalafus Shalih [ulama shalih dahulu] yakni Al-Qomah bin Lubaid ketika menasehati anaknya;"Wahai anakku, jika jiwamu pada suatu hari membisikanmu untuk berteman dengan orang-orang karena engkau membutuhkan mereka.Maka bertemanlah dengan orang yang,apabila engkau berteman dengannya, ia akan membuatmu menawan; apabila engkau bergegas mendatanginya, ia akan melindungimu;Apabila cobaan menimpamu, ia meringankan bebanmu;Apabila engkau berkata, ia membenarkanmu;Apabila engkau menggandengnya, ia menggandengmu lebih erat;Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau mengulurkan tanganmu untuk memberi, ia pun mengulurkanya;Apabila melihat kebaikan darimu, ia memandangnya;Apabila tampak kekurangan darimu, ia menutupinya;Bertemanlah dengan orang yang tidak akan MENDATANGKAN KEJAHATAN bagimu;tidak BERSEBERANGAN jalan dengan mu; dan tidak MERENDAHKANMU saat menghadapi KENYATAAN."Subhanallah.... itulah butir-butir pesan yang penuh makna, sebuah gambaran dari orang yang shaleh dan penuh dengan ilmu... itulah yang disebut persahabatan sejati...Sehingga pada 'suatu hari' nanti [dialam barzah] persabatan yang terjalin demikian itu akan dipertemukan kembali dan 'dinaungi' Allah Azza wa Jalla, sebagaimana Rasulullah SAW., bersabda : "Ada Tujuh golongan Allah menaungi mereka di dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya;1. Iman [pemimpin] yang adil;2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah;3. Orang yang hatinya terkait dengan mesjid apabila keluar darinya hingga kembali kepadanya;4. DUA ORANG YANG SALING MENCINTAI KIARENA ALLAH, BERTEMU DAN BERPISAH atas dasar itu;5. Orang yang mengingat Allah ditempat yang sepi, lalu kedua matanya berlinangan air mata;6. Orang yang menolak diajak berzina oleh wanita cantik dan berkedudukan, lalu ia berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah';7. dan orang yang bersadaqah lalu menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya."HR. Bukhari dan Muslim.Tidak ada keraguan bahwa dalam menjalin persahabatan-pertemanan yang dilandasi 'karena Allah' [bukan karena kedudukan ataupun dunia], Allah SWT., akan menaungi-Nya pada hari tidak ada naungan [padang masyar] dan mempertemukan kembali di Surga-Nya. Subhanallah...Diakhir nasihat ini, mari kita dengar kembali apa yang dikatakan Nabi Yunus as., "Tidak ada baiknya bersahabat dengan orang yang tidak ingin melihatmu, kecuali dalam keadaan terjaga dari dosa.Siapa yang mengumbar rahasia pada saat marah maka dia adalah orang tercela, karena menyembunyikan rahasia pada saat ridha dilakukan oleh semua tabiat yang sehat."Jadilah sahabat sejati, sahabat yang mampu menutupi aib dan kekurangan sahabat, setia dan ada dalam setiap keadaan.... terjalin berlandaskan hanya 'karena Allah' semata....Subhanakallahuma wabihamdika, ashadu'ala ila anta astaghfiruka wa atubu ilaik,Wassalamu'alaikum wr.,wb.Batavia, diujung malam 9 Juni 2009